Archive for the ‘internal updates’ Category

Cultural Prostitute; Geliat Musik Cutting Edge di Bogor

Monday, November 30th, 2009

Bogor (28/11/2009) Setelah menghilang beberapa waktu, komunitas musik cutting edge Bogor kembali menggeliat dan memanaskan suasana Bogor. Bertempat di O’Lounge Pajajaran Bogor, Eyeliner bersama 6 band lainnya kembali memanjakan para penikmat musik ‘cutting edge’ di bogor.

Cultural Prostitute yang notabene menawarkan musik-musik yang berada diluar mainstream musik Indonesia pada umumnya, kali ini menghadirkan Film The Band, Everyday People, Eyeliner, Cosinus, Elda and The Trigger, My Secret Identity dan Reid Voltus.

Eyeliner sendiri hadir dengan setlist Megaenigma II, Hidup Yang Tak Berarti, Rushing Through dan Sang Utusan. setlist ini semuanya diambil dari album terbaru mereka yang bertitel Erathania, hal ini dilakukan masih terkait dengan promo album tersebut.

Kapasitas O’Lounge yang tidak terlalu besar itu sendiri terisi penuh, umumnya merasa puas dengan penampilan maksimal dari band-band pengisi acara. Cultural Prostitute ini sendiri dijadwalkan akan menjadi acara rutin yang mampu mengakomodir karya-karya musisi cutting edge, khususnya untuk para musisi indie bogor yang masih minim venue.

Salah seorang panitia mengatakan bahwa ini adalah acara komunitas, dan belum memasukkan unsur-unsur komersialitas kecuali tentu saja kerjasama dengan pihak pemilik tempat. Kedepannya diharapkan acara ini tidak terpaku disatu tempat saja, tetapi dapat juga dilaksanakan ditempat lain.

15436_105190642829511_100000157271172_140192_4193559_n

Eyeliner Memukau di Ulang Tahun Post Blue

Friday, November 20th, 2009

eyelinerwapresJakarta [16/11/2009]; Setelah memukau para penonton Sunday’s Jam minggu lalu, kali ini Eyeliner kembali menghangatkan malam yang cukup dingin di Warung Apresiasi (wapres) bulungan Jakarta Selatan.

Didaulat untuk tampil sebagai pengisi acara di Post Blue 1’st Annyversary, Eyeliner mendedikasikan sepenuhnya penampilan kali ini untuk Post Blue. Dengan setlist tiga buah lagu yaitu Trancesectional, Hidup Yang Tak Berarti dan Sang Utusan Eyeliner mampu memancing para penonton untuk berstanding applause saat selesai tampil.

Disela-sela penampilan Eyeliner sempat membagikan CD terbaru mereka Erathania kepada vokalis Post Blue dan penonton lainnya. Meskipun acara ini tergolong kekeluargaan dan dengan sound system yang sangat minimalis namun Eyeliner tetap tampil habis-habisan.

Ochell dan Raya dari Post Blue mengaku sangat berterima kasih kepada Eyeliner yang sudah bersedia main di ulang tahun mereka, juga kepada band lain diantaranya Pain Is Gone, Plug n Play, Krucial, dan MusiKecil.

Satu hal yang menarik adalah selepas acara para personel Post Blue mengagumi kaos Placebo yang digunakan oleh gitaris Eyeliner Fu Kocha, selain itu kebanyakan yang hadir juga bersepakat akan bertemu di Istora Senayan tanggal 16 Februari 2010 untuk sama-sama menonton Placebo, salah satu band yang menjadi inspirator mereka. (eph)

Eyeliner on Sunday’s Jam

Monday, November 16th, 2009

[Jakarta, 16/11/09] Menghadirkan jenis musik yang berbeda dari performer Sunday’s Jam lainnya Eyeliner berhasil mencuri perhatian penonton Sunday’s Jam yang hadir di Mario’s Place Cikini Jakarta Minggu (15/11/2009)

Membawakan songlist Rushing Through, Sang Utusan, dan Hidup Yang Tak Berarti, Eyeliner seakan menghipnotis para penonton dengan dentuman sampling dan sequencers berbalut distorsi dua gitar.

Dengan line-up tanpa drummer menjadikan Eyeliner sangat berbeda dengan band lain. Meskipun band yang hadir di acara ini bisa dibilang diatas rata-rata, Eyeliner mampu menyuguhkan sisi lain dari musik rock itu sendiri

Pada event kali ini Eyeliner juga menyempatkan diri membagikan CD album baru mereka yang bertitel Erathania. Album yang baru saja rilis Rabu(11/11/2009) bermaterikan 12 track ditambah 2 track bonus dengan nuansa yang berbeda antara satu track dan track lainnya, walaupun masih dalam koridor besar synthrock atau yang juga akrab disebut electronic rock.

Event Sunday’s Jam ini sendiri adalah event rutin yang digagas oleh Indonesia Rock Forum (IRF), sebuah forum para pencinta musik rock dari berbagai genre. Sunday’s Jam sekaligus merupakan persiapan untuk Indierockstar Goes To School and Campus.

eyeliner@ IRF sunday jam

Eyeliner – Erathania [little notes by Fu]

Thursday, November 12th, 2009
Erathania; Sebuah penantian panjang, saya mengatakan demikian karena proses pembuatan album kedua Eyeliner ini memakan waktu hampir dua tahun dari mulai rekording, miksing, desain hingga produksi.

Saya lebih suka menyebut album yang akan rilis awal November ini adalah album kedua setelah yang pertama Trancesectional EP yang rilis tahun 2006. Walaupun jika berdasarkan jumlah rilisan resmi yang masuk diskografi maka album ini adalah rilisan Eyeliner yang ke 4 setelah 01.Trancesectional EP (2006), 02.Hidup Yang tak Berarti Single (2009), dan 03.The Song EP (2009). Lain lagi jika kita mendefinisikan album adalah LP (Long Play) yang dapat juga diartikan Full Album atau album penuh maka Erathania adalah album pertama karena 3 rilisan sebelumnya 2 diantaranya adalah EP (Extended Play) atau mini album dan satu diantaranya sebuah single.

Tetapi saya tetap lebih suka menyebut Erathania adalah album kedua setelah Trancesectional, saya lebih suka melihatnya dalam sebuah fase perjalanan waktu dan proses.
Fase Trancesectional adalah sebuah fase ‘kelahiran kembali’ dari Eyeliner yang selama 7 tahun (1998-2005) ‘hanya’ menjadi sebuah band indie biasa beraliran brit pop / brit rock yang pergi dari satu stage indie ke stage lainnya dengan modal mengkaver lagu-lagunya Morissey, Shed Seven, Radiohead, Placebo dll. Tak menghasilkan karya apapun baik EP, single apalagi LP (baca lagu sendiri) yang sempat dirilis selain beberapa lagu iseng-iseng yang menguap seiring berjalannya waktu.

Trancesectional adalah tonggak revolusi Eyeliner dengan format baru (tanpa drummer dan bassist), mengusung jenis musik baru dengan eksperimentasi lebih luas, memasukkan sampling2 elektronik dan sequencers serta lirik2 spiritual sehingga cenderung menuju ke darkwave.
Jika Trancesectional adalah fase ‘kelahiran kembali’ maka Erathania adalah fase selanjutnya yaitu fase ‘pengukuhan’. Pengukuhan bahwa Eyeliner benar-benar mampu bertahan hidup dan terus berkarya.

Proses yang cukup lama juga merupakan adaptasi bagi perubahan masing-masing personel yang mulai sibuk dengan pekerjaan sampingannya, Levi dan Subnet di WCS, Konstanta di INOTEK dan saya di BATAN. Selain itu juga Subnet, Konstanta dan saya yang mulai berkeluarga sehingga Erathania benar-benar merupakan adaptasi bagi Eyeliner. Bandingkan dengan fase Trancesectional dimana kami semua masih lajang, menganggur dan tinggal di satu atap kos-kosan, praktis saat itu hanya Subnet yang aktif di WCS.

Bagi saya Erathania adalah jawabannya. Jawaban bahwa Eyeliner mampu bertahan hidup, jawaban bahwa Eyeliner tetap bisa berkarya. Erathania juga sebuah jalan bagi karya-karya Eyeliner selanjutnya dimana Trancesectional adalah pintunya.

Secara teknis proses rekording Erathania dimulai sekitar Desember 2007 (sepulang saya dari Poso) terus menerus secara bergerilya sampai April 2009, dilanjutkan proses miksing (juga secara bergerilya) hingga September 2009.

Pemilihan kata ‘Erathania’ sebagai judul album pun sudah cukup lama, seperti Trancesectional, Erathania juga tidak memiliki arti secara definitif dari bahasa manapun juga, kami memaknai sendiri Erathania sebagai sebuah proses penyatuan ruh manusia dengan Tuhan (bercinta dengan Tuhan red.) ketika berada dalam kandungan.
Berikut adalah beberapa catatan saya terhadap list lagu di Erathania:

01. Rushing Through; Lagu bertempo moderate ringan yang membawa kami ke 30 besar LA Lights Indiefest 2008. Bagi yang sering melihat Eyeliner live maka cukup terbiasa dengan lagu ini karena sering dijadikan sebagai opening performance. Intro yang mengalun dan menghentak menaikkan semangat, hal inilah yang membuat saya dan Konstanta memutuskan lagu ini juga sebagai opening di Erathania.

02. Megaenigma I; Lagu ini adalah lagu yang lahir dari fase transisi antara Trancesectional dan Erathania. Masuk dalam kompilasi Shall We Go Now II lagu ini sempat mengudara di beberapa stasiun radio lokal Palu dan Poso (saya yang membawanya kesana pada pertengahan 2007). Smyth mengisi additional guitar di lagu ini. Dengan nuansa EBM lagu ini terasa mudah dicerna bagi telinga awam.

03. Hidup Yang Tak Berarti; Lagu ini adalah versi lain dari lagu ‘Siamese’, lagu yang lahir di fase Trancesectional namun tidak kami masukkan di Trancesectional EP. Belakangan setelah diganti liriknya serta beberapa suara sampling, lagu ini malah menjadi salah satu andalan kami dalam setiap performance. Dengan tempo lambat dan nuansa darkwave lagu ini mampu membawa suasanya kelam yang menusuk hati.

04. Sang Utusan; Awalnya lagu ini bukan lagu Eyeliner, ini lagu saya dalam demo Anasthavia (band saya sebelumnya red.). Levi dan Konstanta meminta lagu ini untuk Eyeliner karena kekuatan liriknya. Lirik yang provokatif jika dibaca secara singkat seolah-olah membawa pada kesesatan, namun jika dikaji lebih dalam lirik bergaya ironi ini sesungguhnya menceritakan kondisi manusia yang lupa dan terlena sehingga larut dalam kesesatan. Dengan sampling, aransemen dan miksing yang dirombak total menjadikan lagu ini jauh berbeda dengan versi Anasthavia.

05. Nothing Lasts Forever; Lagu yang sempat ‘terlupakan’, lahir seangkatan dengan rushing through di fase Erathania lagu ini awalnya berjudul Unmistakable Mistakes. Kami menganggap lagu ini aneh karena entah mengapa kami tidak pernah mendapatkan klik saat memainkannya sehingga kami sempat melupakannya. Proses rekordingnya juga aneh, karena awalnya kami main dari C tetapi kemudian diturunkan dari A menyesuaikan vokal Konstanta, dititik akhir beberapa riff dan melodi yang nadanya bertabrakan akhirnya diganti dengan sampling dari komputer.

06. Six Ways To Get; Lagu yang murni elektronik, bertempo lambat dan agak mellow ini memiliki nuansa yang sentimental dan emosional. Berkisah tentang penyatuan dua manusia demi melanjutkan kehidupan. Seorang teman berkomentar lagu ini punya warna yang mirip Kraftwerk di bagian intronya. Saya dan Konstanta menaruhnya di list ke 6 karena dimulai dengan kata ‘Six’ (ga penting red.)

07. The Song; Lagu bernuansa industrial ini tampil penuh dengan emosi dan kemarahan. Ada sedikit rasa Rammstein disini, atau malah Marilyn Manson? Saya sempat terharu pada ketika pertama kali lagu ini mulai kami mainkan saat rehearsal maupun di stage, ternyata vokalis saya bisa juga berteriak.

08. Trancesectional; Lagu fenomenal dari EP pertama kali, nuansa trance dengan distorsi gitar tebal membuat lagu ini berbeda dengan lagu lainnya. Kami memutuskan untuk memasukkan kembali di Erathania dengan alasan kontinuitas dan berbagi pada para pendengar Eyeliner yang belum sempat memiliki Trancesectional EP

09. One Sighted; Lagu yang juga lahir di fase Trancesectional. Bagi saya walaupun diawali dengan kata ‘One’ lagu ini selalu menjadi ‘yang kedua’ dibawah bayang-bayang Driven Slowly. Dua interlude guitar yang sama-sama berkarakter dari Subnet dan saya membuat salah satunya harus dipindah ke bagian intro lagu. Meskipun sempat masuk Trancesectional EP, dengan miksing ulang One Sighted kali ini hadir dengan suasana yang sangat berbeda.

10. Ten Kommandments; Lagu di list ke-10, lagi-lagi saya dan Konstanta menaruhnya disitu karena diawali dengan kata ‘Ten’. Memiliki lirik yang kuat dan dalam tentang kehidupan manusia, lagu ini termasuk lagu ‘keras’ Eyeliner selain The Song. Warna industrial metal terasa kental di lagu ini.

11. Megaenigma II; kami beri judul tersebut karena lagu ini samplingnya memiliki beberapa kesamaan dengan Megaenigma I, tempo dan karakternya pun mirip. Bagi saya walaupun tidak se’baik’ Megaenigma I lagu ini memiliki kesan yang dalam. Balutan nuansa pop yang kental membuat lagu ini mudah dicerna. Lagu ini sendiri sebenarnya bukan sequel dari Megaenigma I.

12. Average; adalah lagu pertama Eyeliner di awal ‘kelahiran kembali’ Kami memainkan pertama kali di Avantgarde sekitar awal tahun 2006 bersama dengan version dari Blue Monday dan I Wanna Be Adored. Seringkali lagu ini dijadikan klosing dalam setiap performance Eyeliner karena lagu ini mampu mengantarkan kami pada saat-saat klimaks di stage. Hal ini juga yang mengantarnya menjadi klosing di Erathania.

13. Kegelapan Surga (eMix); bonus track pertama ini adalah miksing ulang dari versi asli Kegelapan Surga yang membawa kami untuk kedua kalinya masuk ke 30 besar LA Lights Indiefest 2009. Dengan sampling yang sangat berbeda saya dan Subnet sempat bingung ketika dibawakan secara live.

14. Hidup Yang Tak Berarti (eMix); bonus track kedua ini juga merupakan versi lain dari Hidup Yang Tak Berarti , belakangan ketika live kami lebih sering membawakan versi yang ini. Nuansa kelam HYTB pun terasa lebih dinamis dengan sampling trance yang hadir.

disarikan dari facebook Fu

Six Way to Get, the history

Thursday, November 12th, 2009

apa yang tertera di benak eyeliner ketika mereka membuat lagu dengan lirik khas seperti dibawah ini, tunggu kesaksian Konstanta yang akan menjelaskan arti sesungguhnya dari kata kata di lagu Six Way to Get.

——————————————————————————

Time we use to spent for long is passed between a bended space
Why do we always sick about the past that dont belong to us
Can we just talk about the thing we want to do because
Can we just talk about the thing we want to do because

I wanna make love
I wanna make love
I wanna make love
I wanna make love

Time we use to spent for long is passed between a bended space
Why do we always sick about the past that dont belong to us
Can we just talk about the thing we want to do because
Can we just talk about the thing we want to do because

We combine each other to save the humankind
We combine each other to save the humankind
We combine each other to save the humankind
We combine each other to save the humankind

I wanna make love
I wanna make love
I wanna make love
I wanna make love

news 3 nya seperti ini

Wednesday, November 11th, 2009

In late September as the summer drew to a close, and the faces of fans in Reading and Leeds still showed the smiles of having watched PLACEBO’s final incredible festival performances of the summer, PLACEBO were packing their bags, about to embark on one final trans-Atlantic journey to play 2 very special shows in Mexico.

As a special surprise to all the fans who have followed the films of the band traversing the globe, watching through the eyes of the PLACEBO family, Stefan has completed his documentary with:

‘PLACEBO SUMMER 2009 – The Mexican Epilogue’

Online to watch now!

It is only just that the last word comes from our director and creator, Stefan Olsdal.

“Hey, just wanted to thank you all for coming out this summer and giving us some memorable nights! It was long, hot and sweaty… And thank you all for voting for us at the MTV Awards, you gave us a night to remember. Got to say we did feel quite pleased up there on the podium!!!

Since the autumn tour is up and running I want to take the opportunity to say a massive thanks to the French crowds who showed a lot of love!! We’re excited about the show now with the little ShortsTV Film Festival and EXPATRIATE as support. We start the German leg today. Fahren wir, ja!!?

I hope you have enjoyed my little summer blogs. It was a journey for me, both personally and with the band to delve into sides of us people necessarily haven’t seen before..!! I had fun doing them and tried to get as many of you as possible in there as well. You all know who you are!!! Some of you have asked if they’ll be available somewhere else apart from online. I’m still working on that idea and will let you know shortly. Bye for now!”

x Stefan

tes news 2

Wednesday, November 11th, 2009

sughfgi usdhf siudhfiusdhfi kjsahkfjshdgaifugs dlfgsudgf sjdhfgjkhsgfk jhsgdfjkhsgf kjhsgf klhsagfliusagdfliugsdlfi ygsd ifugsdlufgk sjdhgfk jhsdgfjk hsdgfkjhgsdkj fhgks djhgfkjshdgfkj hsdgfkjhsgdfkjhdgs fjkhgdskfj ygsdhjkfg ygt ufg psiugfpisugfpus giufgpsug psut siugf pwugef wihfpiuwehf   fiweugf uweyfpoweuyf powuef puwet pufefs pugvpwug vogwfyewgr egqwr geiofugps9duvh prhug uwyrgf iesugfiusvh79sdt fsfghjsg fiusyf 897wegf iewguhfi uewgfiugw ef7gewfugf si7dfg sdugflsduhgf sd7dfgds uh;shgps 9g8ys gusjhp89g wjehtkjwb flvjdhsgbf h4bl jhgvl ughil4ughf lisdugf iug4l ifgdsl ufg ui34gh ufsydp ofuhfp43iuh

ugr liwugr iu4g3irug43iuf giugio34ufgoi 34ugf iu43gofi gio34ugf isgifgisdugfosydgpigvc psdiygv ygewiu fhweiufg ewifgi weygfi ewyfi wuegfi uy poufgpwgfl iwueg fpouewh fouiewypo fuwepiugf iewugfiygwe figwo iyefg iweugfi uygw eifygweo iyfgiwyuegf iwuefpwuepwfuyewp fy uhfvudfsgfipuvgauifgew pfiugewfiugw fiugweif ugweifugw eiufgio wegsfc oiygowe7ygcv pwuergfurwgv pgweru wef7ugwp9eufgudsgfligdsklyvgkjghvxcjvxvxcvvsdyvg iusgfpi

Website eyeliner dalam tahap finishing

Wednesday, November 11th, 2009

In late September as the summer drew to a close, and the faces of fans in Reading and Leeds still showed the smiles of having watched PLACEBO’s final incredible festival performances of the summer, PLACEBO were packing their bags, about to embark on one final trans-Atlantic journey to play 2 very special shows in Mexico.

As a special surprise to all the fans who have followed the films of the band traversing the globe, watching through the eyes of the PLACEBO family, Stefan has completed his documentary with:

‘PLACEBO SUMMER 2009 – The Mexican Epilogue’

Online to watch now!

It is only just that the last word comes from our director and creator, Stefan Olsdal.

“Hey, just wanted to thank you all for coming out this summer and giving us some memorable nights! It was long, hot and sweaty… And thank you all for voting for us at the MTV Awards, you gave us a night to remember. Got to say we did feel quite pleased up there on the podium!!!

Since the autumn tour is up and running I want to take the opportunity to say a massive thanks to the French crowds who showed a lot of love!! We’re excited about the show now with the little ShortsTV Film Festival and EXPATRIATE as support. We start the German leg today. Fahren wir, ja!!?

I hope you have enjoyed my little summer blogs. It was a journey for me, both personally and with the band to delve into sides of us people necessarily haven’t seen before..!! I had fun doing them and tried to get as many of you as possible in there as well. You all know who you are!!! Some of you have asked if they’ll be available somewhere else apart from online. I’m still working on that idea and will let you know shortly. Bye for now!”

x Stefan